Mengenal Filsapat Lebih Dekat Di Awal Kelahirannya

image by google.com

Tercipta ilmu pengetahuan yang ada di jaman sekarang ini tentunya datang tidak secara tiba – tiba lahir, melainkan ada beberapa proses dengan jangka yang sangat Panjang sekali dari masa kemasa, melalu uraiyan – uraiyan hasil kajian dan penelitian yang di lakukan oleh para ahli, dalam hal ini kita akan membahas filsafat pada perkembangan sejarahnya, karna ilmu pengetahuan seperti filsapat ini juga tidak datang dengan tiba – tiba tetapi melalui proses cerita yang sangat lama sekali hingga sampai seperti sekarang ini.

kunjungi juga website kami rpp kurikulum 2013 edisi revisi

Silsafat secara epistimoligi dalam Bahasa arab bersal dari kata falsapah dalam Bahasa Yunani philosophia – philien ( cinta ) sophia ( kebijaksanaan ) jika kita dapat simpulkan bahwa filsapat berarti cinta kebijaksanaan.

Adapun pengertian filsafat menurut para ahlinya yang paling terkenal dan populer yaitu palto dan aristhoteles sebagai berikut :

Plato 428 -348 SM Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.

Aristoteles 384 – 322 SMBahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.

Adapun menurut kamus besar Bahasa idonesia KKBI bermakna

filsafat/fil·sa·fat/ n adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya, teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan, ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemology.

Al Farabi (870 M – 950 M) “Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakekatnya yang sebenarnya.”

Ibnu Sina : Pembagian filsafat bagi Ibnu Sina pada pokoknya tidak berbeda dengan pembagian yang sebelumnya, filsafat teori dari filsafat praktis. Filsafat Ketuhanan menurut Ibnu Sina adalah Ilmu tentang turunnya wahyu dan makhluk – makhluk rohani yang membawa wahyu itu, dengan demikian pula bagaimana cara wahyu itu disampaikan, dari sesuatu yang bersifat rohani kepada sesuatu yang dapat dilihat dan didengar

Pada awal kelahiranya filsafat lahir di daratan Yunani kuno yang bermula dari manusia Yunani yang dahulunya percaya akan dongeng mitos – mistos yang berkembang sebagai aliran kepercayaan dalam menjali kehidupan sehari – hari 6 SM, di era ini ketika runtuhnya kepercayan mitos – mitos Yunani yang beralih kepada pemikiran pemikiran yang sifatnya ilmiyah dan logis Yunani berda di jaman keemasanya dalam hal ilmu pengetahuan dan filsapat, pada masa itu bangsa Yunani mendapatkan kebebasan dalam berpendapat dan berfikir sebebas bebasnya sehingga banyak pemikiran pemikiran yang lahir, walaupun pada dasarnya lahirnya filsafat di Yunani karna tiga faktor, selain pada fantor bangsa Yunani percaya akan mitos – mitos sebagai pendorong lahirnya filsafat di Yunani, juga berkembanya ilmu pengetahuan karya sasra yunanipun menjadi pendorong lahirnya filsafat di sana ditambah lagi pengaruh ilmu pengetahuan kerajaan babylonia mesir berpengaruh sekali terhadap bangsa Yunani.

Adapun tokoh – tokoh Yunani yang terkenal di masa itu adalah Thales ( 625-545 SM ), Anaxagoras ( ±499-20 SM ), Democritos ( 460-370 SM ), Pythagoras ( ± 572-497 SM ), Xenophanes ( 570 SM ), Heraclitos ( 535 – 475 SM ), pamemides ( 540-475 SM ), Empledoces ( 490-435 SM ), Anaximandros (640-546 SM), Zeno ( 490 -430 )

Lalu pada petengahan 100 – 1600 M di mana para muslim sufi yang di kenal filsuf islam telah membuka nuansa filsup barat untuk menyadari bahwa kehidupan tidak hanya berpaham pada rasionalisme dan empirisme semata dan juga melalu penelitian panca indera, akan tetapi untuk memahami ilmu tersebut juga harus melaluli qolbu, karena kendali utamanya itu adalah qolbu atau rasa yang nantinya akan mempengaruhi subjektivisme dengan objektivisme beserta positivism sehingga menuai hasil  relativisme melalui kajian – kajian yang tidak akan berhenti.